Pagi itu di dusun Giriloyo, Bantul, Mbah Suminten sudah duduk di depan kompor kecilnya. Tangan keriputnya dengan lincah menggerakkan canting, membentuk titik-titik malam yang nanti akan menjadi motif kawung yang indah. Pada usia 65 tahun, beliau masih semangat membatik setiap hari.
Belajar Membatik sejak Usia 25 Tahun
"Saya belajar dari ibu saya, dan ibu saya belajar dari neneknya. Ini warisan turun-temurun yang harus dijaga," ujar Mbah Suminten sambil tersenyum. Selama 40 tahun, beliau telah menghasilkan ribuan lembar batik tulis dengan kualitas yang diakui hingga mancanegara.
